Dugaan Aktivitas PETI di Aliran Sungai Sijau, Kolam Budidaya Ikan Bumdusun Mengkuang Jaya Terdampak Parah

BUNGO337 Dilihat

Jppost, Bungo – Diduga akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Sijau, kolam budidaya ikan milik Badan Usaha Milik Dusun (Bumdusun) Mengkuang Jaya mengalami kerugian besar. Air sungai yang menjadi sumber utama pasokan kolam berubah keruh dan tercemar sejak Selasa, 1 Juli 2025, hingga saat ini. Dampaknya, ratusan ikan di kolam tersebut mati, mengancam keberlangsungan program ketahanan pangan desa.

Direktur Bumdusun Mengkuang Jaya, Agustian, A.Md, menyampaikan bahwa pencemaran ini memberikan dampak serius terhadap usaha budidaya ikan yang dikelola bersama masyarakat.
“Karena banyaknya ikan yang mati, kami mengalami kerugian. Untuk jumlah pastinya masih kami hitung, namun jelas ini sangat merugikan dan mengancam keberhasilan program ketahanan pangan desa. Dugaan kami kuat bahwa ini disebabkan aktivitas PETI oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di hulu Sungai Sijau,” ujar Agustian.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo melalui Kepala Bidang Perikanan, Agus Sanyoto, S.Pt juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan aktivitas PETI.

“Kami telah menyampaikan surat resmi ke seluruh kecamatan agar setiap desa membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Tujuannya untuk menjaga lingkungan sungai dan mencegah aktivitas tambang ilegal. Surat itu telah ditandatangani langsung oleh Bapak Bupati,” jelas Agus.
Al Jon Hendri selaku Tenaga ahli pemberdayaan masyarakat juga memberikan pendaptnya terkait permasalahan yang terjadi, ia menghimbau partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika ada aktifitas PETI di Daerah masing masing agar dapat bersama-sama membrantas PETI di Bungo. ungkapnya.
Pencemaran air sungai akibat aktivitas PETI telah menjadi permasalahan serius di berbagai daerah, termasuk Bungo. Warga dan pemerintah desa berharap agar tindakan tegas segera diambil untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut sebelum dampaknya semakin meluas.(Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *