Putra Asal Bungo, Hade Afriansyah Raih Gelar Doktor di UNP dengan Disertasi Inovatif

BUNGO295 Dilihat

Jambipancuran.post.com– Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi. Putra asli Kabupaten Bungo, Hade Afriansyah, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Ujian terbuka yang berlangsung khidmat di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) lantai 4 UNP itu menjadi puncak perjalanan akademik Hade, yang dikenal sebagai sosok gigih dan konsisten dalam menempuh pendidikan. Disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Sistem Informasi All in One Dashboard System (AIODS) untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah SMK” mendapat apresiasi tinggi dari para penguji.

Perjalanan Panjang Anak Bangko

Lahir di Bangko pada 14 April 1988, Hade menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di Kabupaten Bungo. Tahun 2006 menjadi titik awal perjuangannya saat ia merantau ke Kota Padang demi mengejar pendidikan tinggi. Tak tanggung-tanggung, seluruh jenjang akademiknya — dari S1, S2 hingga S3 — ia selesaikan di kampus yang sama, UNP.

Sejak tahun 2017, Hade juga aktif sebagai dosen di Departemen Administrasi Pendidikan, FIP UNP, sembari terus mengembangkan diri di bidang penelitian dan teknologi pendidikan.

Sidang Disertasi yang Menginspirasi

Sidang terbuka dipimpin oleh sejumlah akademisi terkemuka, antara lain:

Krismadinata, Ph.D. – Penyelia (Rektor UNP)

Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons. – Ketua (Dekan FIP UNP)

Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd. – Wakil Ketua (Kaprodi)

Dr. Hanif Al Kadri, M.Pd. – Sekretaris

Prof. Nurhizrah Gistituati, M.Ed., Ed.D. – Promotor

Dr. Irsyad, M.Pd. – Co-Promotor

Prof. Dr. Sufyarma M., M.Pd. – Penguji

Dr. Anisah, M.Pd. – Penguji

Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. – Penguji eksternal dari Universitas Negeri Malang

Dalam kesempatan itu, Hade memaparkan secara komprehensif inovasi sistem AIODS yang dikembangkan untuk mendukung kepala sekolah SMK dalam pengambilan keputusan berbasis data. Model ini dinilai relevan dan aplikatif dalam menjawab tantangan digitalisasi manajemen pendidikan di Indonesia.

Haru dan Doa di Ruang Sidang

Turut hadir dalam ujian terbuka tersebut pimpinan UNP, rekan dosen, mahasiswa, serta keluarga besar Hade. Suasana haru menyelimuti ruangan saat kedua orang tua, mertua, dan sang istri hadir langsung menyaksikan momen puncak tersebut.

“Alhamdulillah, keberhasilan ini saya persembahkan untuk keluarga, almamater, dan masyarakat Bungo yang selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Semoga ilmu yang saya peroleh bisa memberikan manfaat, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia,” ungkap Dr. Hade Afriansyah penuh haru usai sidang.

Kebanggaan Bagi Keluarga dan Masyarakat Bungo

Apresiasi juga datang dari sang kakak, Zeka Apriadi, MM, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo.

“Kami sekeluarga sangat bersyukur dan bangga. Semoga gelar doktor yang diraih adik saya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Bungo untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berjuang menempuh pendidikan setinggi mungkin,” ujar Zeka.

Keberhasilan Hade Afriansyah menjadi simbol bahwa dengan tekad, semangat belajar, dan dukungan keluarga, putra daerah mampu bersaing dan berjaya di dunia akademik nasional. Ia kini menjadi salah satu contoh teladan bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Bungo, untuk terus mengejar cita-cita tanpa batas.

Kontribusi untuk Masa Depan Pendidikan

Dengan gelar doktor yang kini disandangnya, Hade Afriansyah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi pendidikan, serta penguatan kapasitas manajemen sekolah di era digital.(Edi Jppost)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *