Warga Demo Tengah Malam, Rakit Dompeng (PETI) di Sungai Batang Tebo Dibakar

BUNGO222 Dilihat

Jambipancuranpost.com.Bungo – Ratusan warga Dusun Lubuk Benteng, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menggelar aksi unjuk rasa terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Batang Tebo, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Aksi tersebut dipicu bunyi sirene dari masjid setempat yang mengundang warga untuk berkumpul. Melalui pengeras suara, Datuk Rio Dusun Lubuk Benteng, H. Haerul, menginstruksikan masyarakat untuk mendatangi lokasi aktivitas PETI yang berada di wilayah mereka.

Ratusan warga kemudian bergerak menuju lokasi dengan melintasi jembatan gantung menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, massa mendapati sejumlah rakit dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal di aliran Sungai Batang Tebo.

Menurut keterangan warga yang ikut dalam aksi, para pekerja PETI langsung melarikan diri saat melihat kedatangan massa.
“Kami hanya membakar rakit dompeng yang ada di sungai. Para pekerja sudah kabur saat kami datang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dalam aksi tersebut, warga membakar sejumlah rakit dompeng sebagai bentuk protes terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan serta meresahkan masyarakat sekitar.

Aksi warga juga turut didampingi oleh aparat keamanan, termasuk Bhabinkamtibmas, pemerintah dusun, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat guna menjaga situasi tetap kondusif.

Warga mengaku telah lama resah dengan aktivitas PETI yang berlangsung siang dan malam hari. Aktivitas tersebut bahkan disebut tetap beroperasi saat bulan Ramadan. Kebisingan mesin dompeng serta dugaan kerusakan lingkungan menjadi alasan utama masyarakat melakukan aksi.

Mereka seperti tidak takut, tetap bekerja siang dan malam. Kami sudah sangat terganggu,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menertibkan aktivitas PETI di Sungai Batang Tebo agar tidak terus berlanjut dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun kehidupan warga.(Edi Jppost)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *