Air Sungai Sijau Keruh, Aktivitas Warga Terganggu dan Ribuan Ikan Budidaya Mati

BUNGO99 Dilihat

Muara Bungo – Air Sungai Sijau mendadak berubah keruh pada 13 Desember 2025, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat yang selama ini menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari sungai tersebut, seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK).


Kondisi air yang tidak lagi jernih membuat warga Kampung Sijau kesulitan beraktivitas. Menyikapi hal itu, masyarakat setempat bersama Ketua RT, Nenek Mamak, serta anggota BPD melakukan penyisiran di sepanjang daerah aliran Sungai Mengkuang untuk mencari sumber pencemaran.
Dari hasil penyisiran tersebut, rombongan menemukan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan dompeng yang diduga telah beroperasi selama beberapa hari. Aktivitas ilegal tersebut disinyalir menjadi penyebab utama berubahnya warna air sungai menjadi keruh dan tercemar.


Akibat pencemaran tersebut, air Sungai Sijau yang digunakan masyarakat untuk keperluan MCK tidak lagi layak digunakan. Dampak pencemaran juga dirasakan oleh kolam budidaya ikan Bumdusun Mengkuang Jaya, yang turut tercemar oleh aliran air sungai.


Pengelola kolam budidaya menyebutkan, tercemarnya air mengakibatkan kematian ikan hingga mencapai sekitar 10.000 ekor, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi Bumdusun Mengkuang Jaya dan masyarakat sekitar.
Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang terhadap aktivitas PETI tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. Selain merusak lingkungan, aktivitas penambangan ilegal dinilai sangat merugikan kehidupan sosial dan ekonomi warga yang bergantung pada sungai sebagai sumber air utama.(Lee)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *