Dashboard Pengawasan Terintegrasi Akan Aktif di Seluruh SPBU Bungo, Antrian Digital Segera Diterapkan

BUNGO635 Dilihat

Jambipancuranpost.com.Bungo – Upaya penertiban distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bungo terus diperkuat. Seluruh SPBU di wilayah tersebut akan segera terhubung dengan aplikasi dashboard pengawasan terintegrasi yang langsung terkoneksi dengan Polres Bungo, Pertamina, dan BPH Migas


Sistem ini merupakan bagian dari penerapan antrian digital SPBU yang bertujuan menciptakan ketertiban, transparansi, serta pengawasan distribusi BBM secara terpadu lintas instansi

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, S.Kom., M.Si. dalam agenda Rapat Bersama seluruh Manejer SPBU di kabupaten Bungo Senin 22 Desember 2025 di aula polres Bungo,menjelaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi solusi atas persoalan antrean panjang dan potensi penyimpangan distribusi BBM di lapangan

Tujuan utamanya adalah bagaimana antrian menjadi tertib, distribusi BBM tepat sasaran, dan berjalan sesuai SOP, baik dari pihak SPBU, migas, maupun pengguna jalan,” ujar Kapolres Bungo dalam rapat koordinasi.

Melalui dashboard pengawasan tersebut, seluruh aktivitas SPBU akan termonitor secara real time, mulai dari kondisi antrean, stok BBM, hingga data pelanggan. Sistem ini juga akan meregistrasi pelanggan lokal maupun pelanggan umum, sehingga distribusi BBM dapat lebih terkontrol.

Polres Bungo menargetkan dengan sistem antrian digital ini tidak ada lagi antrean panjang kendaraan yang mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU. Selain itu, pengawasan stok BBM di setiap SPBU dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah kendala teknis turut dibahas, termasuk pembatasan jumlah kendaraan yang boleh antre di area SPBU. Beberapa SPBU direncanakan hanya melayani maksimal 10 hingga 20 kendaraan dalam satu waktu. Sementara kendaraan di antrean berikutnya diharapkan menunggu di lokasi yang telah ditentukan, seperti di rumah atau area lapangan yang jauh dari badan jalan.
Karena semuanya sudah tersistem, masyarakat akan tahu kapan waktunya mendekati SPBU untuk mengisi BBM, sehingga tidak perlu lagi antre panjang di pinggir jalan,” jelasnya.

Penerapan sistem ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa rapat koordinasi dan sosialisasi kepada pengelola SPBU serta masyarakat. Selanjutnya, pada 24 Desember 2025, Polres Bungo akan mengundang seluruh operator SPBU untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi antrian digital, termasuk uji coba sistem guna mengidentifikasi kebutuhan evaluasi.
Hari ini kita masuk tahap belanja masalah, kita petakan kendala-kendala di lapangan. Pada tanggal 24 Desember nanti, kita lanjutkan dengan pelatihan operator SPBU,” tambah Kapolres.

Ke depan, inovasi antrian digital SPBU Kabupaten Bungo ini direncanakan akan dipresentasikan secara nasional. Setelah 12 Januari 2026, Polres Bungo bersama perwakilan manajer SPBU akan diundang ke Jakarta untuk memaparkan implementasi sistem sebagai model pengawasan dan penertiban distribusi BBM.

Polres Bungo berharap program ini dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat luas, menciptakan ketertiban, serta memastikan pendistribusian BBM yang adil, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Edi Jppost)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *