Jambipancuranpost.com.Bungo, 26 Februari 2026 – Sejumlah perwakilan orang tua siswa di Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, menyampaikan permintaan resmi kepada Kejaksaan Negeri Bungo untuk melakukan audit terhadap pengelolaan anggaran dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bathin III Bungo

Permintaan itu juga ditujukan kepada Bupati Bungo selaku ketua Tim satgas MBG dan Kepala Dinas Kesehatan Bungo selaku tim satgas MBG agar turun langsung ke lapangan guna mengevaluasi kualitas bahan makanan dan kandungan gizi menu yang disajikan kepada siswa
Salah satu dapur yang menjadi sorotan adalah dapur MBG yang berlokasi di Simpang Jambi, Kelurahan Manggis RT 07 RW 03, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo.
Kekhawatiran Soal Kualitas dan Sistem Distribusi
Perwakilan orang tua mengungkapkan kekhawatiran terkait kualitas menu makanan bergizi (MBG) yang dibagikan ke sekolah SMK. Mereka menyoroti kebijakan dapur yang mengirimkan menu yang sama untuk dikonsumsi selama tiga hari berturut-turut, yakni Kamis, Jumat, dan Sabtu (26, 27, 28 Februari 2026)
Menu tersebut disebut telah dikemas dalam dua kemasan dan diantar sekaligus pada Kamis (26/02/2026) untuk stok konsumsi siswa selama tiga hari Kamis, Jum’at, Sabtu
kebijakan dapur MBG yang mengirimkan menu yang sama untuk tiga hari sekaligus. Ini menyangkut kualitas, kesegaran, dan kandungan gizi makanan anak-anak kami,” ujar salah satu perwakilan orang tua.
Menurut mereka, pola distribusi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait standar kelayakan makanan, sistem penyimpanan, serta jaminan higienitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Tokoh masyarakat bersama sejumlah orang tua siswa juga meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Bungo melakukan evaluasi dan audit angaran menyeluruh terhadap pengelola maupun pemodal dapur MBG di Kecamatan Bathin III.
Mereka berharap audit dilakukan secara transparan demi memastikan pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program benar-benar mengutamakan kualitas serta kesehatan siswa.
Kami tidak ingin program yang seharusnya mendukung gizi anak justru menimbulkan kekhawatiran baru bagi orang tua,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Orang Tua Minta Pengiriman Sementara Dihentikan
Sebagai bentuk respons atas kekhawatiran tersebut, sejumlah orang tua siswa di beberapa sekolah telah menyampaikan surat resmi kepada pihak sekolah untuk sementara waktu menolak pengiriman menu MBG sampai ada evaluasi dari Tim satgas MBG terkait Sesuai kualitas dan mutu gizi
Mereka menegaskan langkah ini diambil bukan untuk menolak program, melainkan demi memastikan standar kualitas dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi.
Para orang tua berharap Bupati Bungo bersama tim satgas MBG segera turun ke beberapa dapur MBG di Kecamatan Bathin III guna melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga sistem distribusi,
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG, sementara kadis kesehatan Bungo saat di kompimasi terkait kualitas menu MBG yang di sajikan untuk siswa apa sudah memenuhi standar yang dianjurkan oleh kementerian belum memberi jawaban yang akurat, nanti kita pelajari, Tutur Kadis Dinkes,(Tim)









